Rabu, 25 April 2012

PUISIKU-PUISIMU

                                                    Sajak-Sajak Ilusiku
 Senja masih termangu,
Menanti gelap yang kan menggantikannya
Hujan masih berjoged mesra 
kala itu...
            Bersamanya pula kusertakan diriku
           Kuurai bentangan permadani 
           yang t'lah kulewati dalam senandungnya
           Tinta menggoreskan, memainkan 
          kata yang menyambutnya
Sedikit berpendar kemilau permadani itu
Namun, lebih banyak yang pudar dalam balutannya
           Semburat angkuhmu memancar
           kau uji diriku bak pagar
           kau bisikkan perang degan kasar 
          Laksana halilintar siang bolong 
          yang menggelegar
Semua menegar
Bersama walang keket
Bersamanya pula tikus-tikus tanah
Ah takkan ku peduli
Terjuntai tak keruan ceritaku, ceritamu
Bergegas mereka membuka tabir semu
mengisahkan ceritaku, ceritamu
yang belum ada titik temu
Dalam semua jumpa pamrihmu berseteru
 ku berseru, "Hai kau!!! kembalilah! hidupku, hidupmu takkan menyatu"





Ku berdiri membawa asa 
Mengalungkan cita
Menggenggam impi
Menyibak misteri ini
Semua bermain dalam rumusd dunuawi





Dalam bayang lembayung senja
Bergegas sudah rasa dahaga
Ketika t'lah tereguk embun-embun kehidupan
Terbawa pula debu-debu pengembaraan
          Dalam remmang gelap malam
         Terasa sudah betapa jalan
         ini begitu kelam
        Tertatih pula hasrat-hasrat suci
       menembus tebing curam
Padang pasir menghampar
Menantang insan manusia yang merasa tegar
Bak fatamorgana, 
tinggal...hanya tinggallah bayang semu disana
Karena inilah hidup yang sesungguhnya

MAHABHAKTI ke-XXX

                                                           MAHABHAKTI ke-XXV
     Mahabhakti merupakan rangkaian akhir dari kegiatan pramuka yang diselenggarakan oleh sangga kerja pramuka MAN YOGYAKARTA 1. Begitupun pada tahun ini siswa kelas X MAN YOGYAKARTA 1 mengikuti kegiatan perkemahan Mahabhakti yang ke-25, tepatnya dilaksanakan pada tanggal 5-8 April di Bumi Perkemahan Dodiklatpur Klaten.
     Kegiatan perkemahan ini resmi dibuka oleh Bapak Kepala Madrasah ditandai dengan penyematan tanda peserta kepada perwakilan kelas X dan tanda panitia kepada panitia sangga kerja Mahabhakti, pagi itu tanggal 5 April sebelum diberangkatkan ke bumi perkemahan.
    Mengawali kegiatan Mahabhakti, dilakukanlah perjalanan bhakti menuju perkemahan setelah seluruhnya diturunkan di masjid sekaligus menunaikan shalat dzuhur dan istirahat sejenak. Sepanjang perjalanan terdengar ruiuh siswa-siswi kelas X yang meneriakkan yel-yel, hymne pramuka, mars ambalan, menghafalkan Dasa Dharma maupun Trisatya untuk mereka tampilkan di pos-pos yang telah di jaga oleh kakak Ambalan
      Sesampainya di Bumi Perkemahan, semua langsung mendirikan tenda tanpa banyak bercanda, karena terlihat langit mendungdan angin bertiup kencang. Jika tak segera mendirikan tenda kami takut kehujanan. Sampai Ashar menggema kami masih sibuk beres-beres. Hingga seruan kakak-kakak panitia yang menggema menyadarkan kami untuk segera menuju ke masjid.
    Pukul delapan malam waktu itu juga kami disuruh menuju lapangan dan membawa slayer. Tak tahu apa yang akan kami lakukan disana, kami, siswa-siswi kelas X berduyun-duyun menuju lapangan . Saat itu merupakan saat-saat yang menegangkan. Kami, siswa-siswi kelas X yang tidak tertib disuruh maju kedepan dan dimarah-marahi. Sungguh menakjubkan, hampir separuh dari kami maju kedepan. Dalam gelap malam, terlihat remang wajah mereka yang penuh penyesalan. Setelah mereka maju dan di hukum, akhirnya disuruh mundur kembali ke barisan semula. Selanjutnya kami disuruh menutup mata dengan slayer dan berjalan dituntun oleh kakak-kakaknya. Entah akan dibawa kemanakah kami, yang jelas mata kami gelap dan tak melihat jalan. Kami hanya menuruti seluruh instruksi yang menuntun kami. waktu itu tak tahu apa yang kurasakan, apakah senang, sedih, bahagia, takut atau apalah, tak tersungging senyum, dikatakan murungpun tidak. Lama... berjalan dituntun, kami segera tahu jawabannya setelah membuka slayer dan kami mendapati tengah duduk di aula, disitu kami diberi motivasi.
   Terus...terus dan terus dalam perkemahan ini kami digembleng tentang kedisiplinan. Hingga tibalah acara puncak yang bisa dikatakan syahdu, bisa juga di katakan menyenangkan, yakni pada acara api unggun. Dikatakan khidmat pada saat prosesi upacara penyalaan api unggun. Suasana hening tak ada yang bersuara. kami menghembuskan nafas lega dan tersenyum lebar ketika api tlah menyala berkobar-kobar dan upacara itu selesai. Usai itu, dilaksanakanlah final FKR dan lomba pengantin yang membuat kami tertawa terbahak-bahak demi melihat banyak anak cowok yang rela "mbencong" mengikuti lomba pengantin itu. Hilang, lepas sudah rasa penat yang menempel di badan ketika kemarin-kemarin tenaga kami terkuras mengikuti berbagai lomba dan tadabbur alam.
     Perkemahan Mahabhakti ditutup tanggal 8 April, jam 11 siang di lapangan tersebut. Kami kembali ke MAN YOGYAKARTA 1 usai itu dengan membawa berbagai kenangan dan pelajaran tentunya. Kami mendapat rasa kebersamaan  meningkatkan kemandirian dan kedisiplinan. Yang tentunya akan sangat berguna di kehidupan kami mendatang.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Printable Coupons